MAKASSAR, FAJAR -- Pada tahun keenam ini sejak diselenggarakan 2007 lalu, penyelenggaraan Celebes Craft 2012 fokus pada industri kecil dan usahan kreatif masyarakat (UKM). Melalui pameran Celebes Craft diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pelaku industri kecil dan UKM untuk memajukan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilakn sehingga mampu menyyeimbangi produk dari luar.
Hal tersebut disampaikan Managing Director PT Debindo Mega Promo, Husain Muslimin dalam sambutannya pada pembukaan Celebes Craft di Trans"
MAKASSAR, FAJAR -- Menyebut wisata bahari yang ada di Sulsel, pasti orang langsung mengingat Takabonerate. Padahal masih banyak tempat wisata bawah laut yang tidak kalah indah dari kepulauan yang ada di Selayar itu.
Di deretan kawasan Spermonde misalnya ada beberapa pulau yang cukup eksotis dengan pemandangan bawah laut yang cukup indah. Itu sebabnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel mengadakan Press Tour & Marine Excursion di Kepalauan Spermonde, Jumat, 18 Mei hari ini hingga Minggu, 20 Mei"
MAKASSAR, FAJAR -- Sensasi permainan air terbaru yang sangat seru tidak lama lagi hadir di Makassar. Lokasinya di kawasan perumahan Bukit Baruga Antang yang sangat asri dengan konsep lingkungannya.
Namanya, Bugis Waterpark Adventure dan mulai beroperasi 27 Mei mendatang. Berbagai wahana permainan air dengan beragam sensasinya siap memberi kepuasan kepada pengunjung.
General Manager Bugis Waterpark, Sugiyarto, mengatakan bahwa soft lounching wisata air pada 27 Mei bertepatan peringatan hari jadi ke-20 Bukit"
MAKASSAR, FAJAR -- Meskipun baru di buka pada 27 Mei mendatang, wisata air baru di Bukit Baruga yakni Bugis Waterpark Adventure sudah diuji coba. Minggu, 13 Mei kemarin, ribuan warga yang tinggal di Bukit Baruga berkesempatan untuk mencoba semua wahana air yang ada di Bugis Waterpark.
Rena, 17 tahun, salah seorang pengunjung mengatakan wahana Bugis Waterpak sangat bagus. Bahkan dia menggap Bugis Water Park lebih bagus daripada wisata air yang pernah ia kunjungi. "Bagus sekali di sini. Wahananya banyak dan menantang di"

MAKASSAR, FAJAR -- Tidak semua pelukis bisa membuat lukisan dengan bahan dasar tanah liat. Zaenal Beta adalah salah satu dari perupa langka itu. Lelaki asli Makassar sudah menghasilkan karya-karya spektakuler dari tanah liat. Bahkan, banyak negara-negara lain kagum dengan keahlian lelaki berjenggot ini.
"Banyak negara-negara yang menawari saya untuk ke negaranya dan memberi gaji yang sangat besar tapi saya tolak karena saya cinta dengan tanah air ini," ungkap Zaenal Beta saat berkunjung ke Koopsau, Rabu, 9 Mei"

Badik atau badek adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda, dengan panjang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan "

Dari segi bentuk, Benteng Somba Opu di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tergolong biasa-biasa saja. Namun, kekokohan dinding dari batu bata merah padat yang mengelilinginya sedahsyat perlawanan Raja Gowa XVI Sultan Hasanuddin saat mempertahankan benteng dari perampasan oleh Belanda.
Inisiatif membangun benteng datang dari Raja Gowa IX Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna tahun 1525. Dia ingin mengubah orientasi kehidupan kerajaan dari agraria menjadi maritim, memanfaatkan maraknya kedatangan para pedagang Melayu setelah Malaka diduduki"

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng ini dibangun pada tahun "

Apa Itu Baju Bodo?
Baju bodo berarti baju pendek (bodo dalam bahasa Bugis Makassar berarti pendek). Tentu saja juga ada baju la’bu yang artinya baju panjang. Kalau baju bodo akan menutup sampai ke pinggul pemakai. Maka baju la’bu menutup hingga paha pemakai. Baju bodo terbuat dari kain tipis transparan.
Potongannya sederhana berbentuk segiempat dan berlengan pendek. Memiliki warna-warna cerah seperti kuning, merah, hijau dan lain-lain. Dahulu kala,"

Pulau Kayangan merupakan pulau koral yang paling dekat dengan Makassar, berbentuk bulat, berpasir putih, tidak berpenghuni, dengan luas mencapai 2 ha, termasuk dalam wilayah Kelurahan Bulo Gading Kecamatan Ujung Pandang. Berjarak 800 m dari Pelabuhan Soekarno Hatta, dan waktu tempuh ±15 menit dari dermaga Kayangan, dilengkapi dengan pelabuhan"

Pulau ini dikenal dengan nama P. Gusung oleh masyarakat Makassar. Berjarak kurang dari 1,6 km dari kota Makassar, dengan luas 2 ha dan berbentuk memanjang utara-selatan. Posisi pulau ini berada diantara Pulau Lae-lae dan Pulau Kayangan. Sebelumnya pulau ini hanya merupakan sand barrier (pulau gosong) dan dibangun oleh Pengelola
"

Pulau ini berhadapan langsung dengan pantai Losari, berjarak 2 km depan pantai Makassar, dengan luas 11 ha. Secara administrasi, Pulau Lae-Lae termasuk Kecamatan Biringkanaya. Pulau ini berbentuk persegi empat dan terdapat bangunan penghalang gelombang yang memanjang relative Utara – Selatan pada sisi barat pulau. Konsentrasi penduduk merata, dengan jenis"

Pulau Samalona, secara administratif termasuk Kecamatan Mariso, berjarak 7 km dari kota Makassar, selain terkenal dengan pantai pasir putihnya juga memiliki tempat pemancingan. Pulau ini relatif berbentuk bulat, luas lebih 2 ha, dengan jumlah penduduk mencapai 82 jiwa. Belum tersedia transportasi reguler ke pulau ini, namun demikian para wisatawan dapat menyewa"

Pulau ini terletak di sebelah timur P. Barranglompo, berbentuk memanjang timurlaut – baratdaya, dengan luas 4 ha. Berjarak 11 km dari Makassar dan termasuk pulau yang padat penduduknya, dengan jumlah 1263 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, hal ini tercermin dari peralatan tangkap yang mereka gunakan masih sederhana, seperti"

Pulau Barrang Lompo termasuk wilayah Kecamatan Ujung Tanah, dan berada di sebelah utara P. Barrang Caddi, dan berjarak 13 km dari Makassar. Pulaunya berbentuk bulat, dengn luas 19 Ha. Vegetasi yang umum tumbuh di pulau ini adalah pohon asam, pohon pisang dan pohon sukun, sedangkan pohon kelapa hanya dijumpai disisi timur dan barat pulau ini. Konsentrasi"

Pulau ini terletak disebelah utara P.Kodingareng Lompo, dan berjarak 14 km dari Makassar. Bentuk pulaunya memanjang timurlaut - baratdlaya, dengan luas ± 1 Ha. Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh pecahan karang yang berukuran pasir hingga kerikilan, sedangkan pada sisi utara tersusun oleh pasir putih yang berukuran sedang-halus dan bentuknya"

Pulau ini termasuk dalam Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, dan berjarak 15 km dari Makassar. Bentuknya relatif memanjang Utara - Selatan, pada sisi Selatan tedapat dataran yang memanjang menjorok keluar (spit), pulau ini mempunyai luas 14 Ha. Untuk menuju pulau ini dari Makassar, tersedia transportasi regular dengan biaya Rp. 6.000,-"

Pulau ini berbentuk bulat, dengan luas 5 Ha, atau berjarak 18 km dari Makassar. Posisinya berada di sebelah timur P. Langkai. Perairan sebelah utara dan timur merupakan alur pelayaran pelabuhan, dengan kedalaman lebih dari 40 meter (± 900 meter dari pantai), perairan sebelah barat terdapat rataan terumbu karang, pada bagian luar sekitas 1 km terdapat"

Pulau Lumu-lumu berjarak 28 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Posisi pulau ini berada di sebelah timur P. Lanjukang, dan merupakan pulau terdekat dari tiga pulau terluar Makassar. Untuk menuju pulau ini, belum tersedia transportasi reguler, hanya tersedia perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya Rp. 600.000,-"

Pulau Langkai berjarak 36 km dari kota Makassar, merupakan salah satu dari tiga pulau terluar Makassar dan termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Posisi pulau ini berada 5,5 km di selatan Lanjukang, dan luas mencapai lebih dari 27 ha., dengan rataan terumbu yang mengelilingi seluas 142 ha. Sebuah dermaga perahu tendapat di sebelah utara pulau"

Pulau Lanjukang, atau disebut juga Pulau Lanyukang, atau Pulau Laccukang, merupakan pulau terluar yang berjarak 40 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Untuk menuju pulau ini dari kota Makassar, belum ada transportasi reguler, namun bagi wisatawan dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) dengan mesin 40 PK untuk 10"

DESAIN komunikasi visual sebagai bidang seni rupa menjelma dalam beragam karya. Di ajang Orange-Fest, karya kreatif itu tertuang. Salah satunya melalui lukisan digital.
Laporan: DIAN MUHTADIAH HAMNA
Kampus UNM Gunung Sari
ADA yang berbeda di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Gunung Sari, Jalan AP Pettarani, Selasa, 1 Mei. Tepatnya di pelataran Gedung Rektorat. Berderet belasan tenda. Pada bagian dinding tenda-tenda itu, terpajang rupa-rupa lukisan maupun karikatur. Tampak pula, gerombolan muda-mudi serius memerhatikan seorang pria yang melukis karikatur.
Riuh suasana berpadu obrolan pengunjung dan alunan musik memekakkan telinga. Ya, inilah ajang OrangFest yang digelar mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM.
Ketua Panitia OrangeFest, Muhammad Jumardan, menuturkan, kegiatan itu bertujuan untuk menghimpun komunitas kreatif se-Makassar dalam wadah pameran. Selain itu, ajang pembuktian bahwa mahasiswa Makassar tidak saja dikenal sebagai “tukang” demo. Mereka ternyata punya karya positif.
“Inilah karya kreatif yang kita tonjolkan dalam pameran ini. Selain mahasiswa UNM, kita juga merangkul komunitas kreatif"
UNTUK kategori restoran unik, Restoran Istana Laut dapat menjadi salah satu rekomendasi. Pasalnya, live music hingga sajian olahraga Pocopoco ada di tempat ini.
Live music senantiasa menghibur pengunjung setiap hari pukul 19.30-23.00. Live music tersaji dari permainan seorang keyboardis dan dua penyanyi solo.
"Jenis musik all around, setiap pengunjung bisa merequest (meminta, red) lagu sesuai keinginan. Tidak ada batasan akses. Tidak ada syarat harus transaksi minimal berapa, setiap pengunjung bisa bernyanyi sepuasnya," kata Manager Restoran Istana Laut, Yanti.
Selain itu, ada atraksi menarik di tempat ini. Untuk memeriahkan suasana, para karyawan biasanya secara spontan melakukan senam Pocopoco di saat pengunjung tengah asyik bersantap. Mereka membangkitkan suasana lebih meriah.
"Itu salah satu service kami, biar suasana lebih meriah dan pengunjung puas serta betah berlama-lama di restoran kami," papar Josep.
Hal ini tampak saat FAJAR berkunjung akhir pekan lalu. Atraksi Pocopoco itu membuat pengunjung sangat terhibur. Bahkan beberapa pengunjung yang tengah menunggu pesanannya disajikan, tidak sadar ikut berpocopoco secara sponton di sekitar meja yang ditempatinya.
Hal unik lain dari restoran ini"
BERAGAM cara yang diterapkan rumah makan di Kota Anging Mammiri guna menggaet pengunjung. Salah satunya dengan mengedepankan kenyamanan ruangan. Tak heran apabila, Rumah Makan Krispi Kriuk dan Donald Bakmi hadir dengan dukungan interior yang didominasi warna hijau.
Menurut Pimpinan RM Krispi Kriuk dan Donald Bakmi, Zusany Phie, warna hijau itu diterapkan sebagai dukungan program Go Green yang dicanangkan pemerintah kota Makassar. "Kami sadar bahwa keselamatan lingkungan itu perlu. Makanya ruangan kami bagi dua, untuk perokok dipisahkan dengan ruangan yang bebas asap rokok," bebernya, Rabu, 4 April.
Selain itu, puluhan jenis tanaman hidup juga ditampilkan untuk menambah kenyamanan suasana makan pengunjung. Bagi pengunjung yang suka dengan menu komplit, disediakan pula berbagai jenis paket yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Misalnya paket Ayam Komplit, dimana pengunjung sudah bisa menikmati ayam kampung goreng, sop sawi/sayur asam, sambel terasi dan nasi putih panas. (iad/yan)
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
"
Istana Laut, Sensasi Kenyal Telur Ikan Terbang
RESTORAN ini berbeda dengan restoran yang ada pada umumnya. Konstruksi bangunannya mirip rumah adat suku Bugis dan Makassar. Terbuat dari rumah panggung dengan bahan dasar kayu bayam. Lantai dasar restoran ini dilengkapi panggung hiburan live music. Sementara lantai duanya difungsikan sebagai ruang Very Important Person (VIP). Bagi Anda yang mencari suasana lain saat bersantap, Istana Laut dapat menjadi destinasi wisata kuliner.
Berada di Jalan Datu Museng, restoran ini tidak susah untuk ditemui. Posisinya berada tak jauh dari pertigaan Jalan Datu Museng dan Jalan Lamadukelleng. Begitu masuk, Anda akan disambut pelayan ramah pada gazebo tempat penyimpanan ikan segar.
Owner Istana Laut, Josep Sumilat yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan restorannya telah berdiri sejak 12 tahun. Perwajahannya masih tetap sama.
"Di sini kita menyajikan suasana yang berbeda berpadu dengan berbagai menu lezat. Mulai dari masakan lokal laiknya pallu basa, nasi kuning, pastel hingga chinese food seperti sapo tahu. Satu yang patut diketahui, semua masakan di sini halal," ungkapnya.
Dari puluhan ragam menu, Josep yang didampingi sang istri menyatakan ada empat masakan"